GEOLOGI DAN GEOKIMIA PENDAHULUAN


GEOLOGI DAN GEOKIMIA PENDAHULUAN


Geologi

Pemetaan geologi pendahuluan didukung oleh interpretasi Citra Landsat dan dilengkapi dengan analisis petrografi contoh batuan yang representatif. Susunan stratigrafi daerah panas bumi Alor Timur, terdiri dari 13 satuan batuan yaitu (dari tua ke muda): satuan lava Maritaing-Mausamang, aliran piroklastik Maritaing, lava Puimang, aliran piroklastik Taramana, batuan sedimen Taramana, lava G. Koyakoya, lava G. Inukumang, batuan vulkanik Atmal, endapan danau, lahar Mausamang, endapan longsoran Maritaing, batugamping terumbu dan endapanaluvium.

Indikasi struktur geologi di lapangan dicerminkan oleh bentuk depresi (horst dan graben), kelurusan, paset segitiga, gawir sesar, kekar, offset batuan, kelurusan sungai, bukit dan topografi, zona hancuran batuan, breksiasi dan pemunculan manifestasi panas bumi berupa kelompok-kelompok mata air panas. Berdasarkan indikasi tersebut dapat ditarik beberapa struktur geologi, diantaranya:

Sesar normal Lantoka merupakan sesar utama yang berpasangan (horst dan graben) menyebar di bagian utara dan selatan, berarah baratlaut-tenggara (N280-300ºE). Selain sesar utama ini terdapat juga sesar-sesar generasi kedua (secondary order) yang berarah timurlaut-baratdaya yaitu : sesar geser Puimang berarah N45oE menyebar di bagian selatan, berupa sesar geser mengiri dengan kemiringan > 70° ke arah selatan. Sesar normal Takala berarah N 45o E dengan kemiringan> 75° ke selatan, menyebar di bagian utara. Sesar normal Irawuri berarah N35oE dengan kemiringan > 75° ke selatan, menyebar di bagian baratlaut. Sesar normal Taramana berarah N 40o E dengan kemiringan > 75° kearah selatan; menyebar di bagian baratlaut. Sesar normal Kura, berarah N 220o E, dengan kemiringan > 75° kebagian barat, menyebar di tenggara. Sesar normal Padang Garam berarah N 310o E dengan kemiringan > 70° ke arah timur, menyebar di bagian timurlaut.

Selaian sesar-sesar tersebut, hasil analisis peta topografi dan citra landsat menunjukkan kelurusan-kelurusan berarah timurlaut-baratdaya dan baratlaut-tenggara yang diduga sebagai struktur sesar.

Manifestasi Panas Bumi

Di daerah Alor Timur terdapat 8 kelompok manifestasi panas bumi berupa mata air panas, yaitu: Padang Garam, Takala, Manapu-S. Kura, Alakalela, Mabata, Puimang dan Taramana, Irawuri . Manifestasi di S. Kura, Alakalela dan Mabata, Desa Maritaing berada pada struktur horst dan graben Lantoka yang mempunyai arah N 280-310º E dan muncul pada batuan vulkanik Miosen-Pliosen serta aluvium. Di daerah Taramana terdapat batuan ubahan bertipe argilik yang berada di sekitar pemunculan mata air panas.

Geokimia Air Panas

Dari konsentrasi kandungan unsur di dalam air panas yang di plot pada diagram segitiga Cl-SO4-HCO3 menunjukkan bahwa hampir semua mata air panas masuk dalam tipe klorida kecuali mata air panas Taramana yang bertipe bikarbonat. Pengelompokan tipe air panas ini sangat dipengaruhi oleh kondisi, lingkungan pemunculan, pengaruh kontaminasi dan pengenceran oleh air di sekitarnya terutama oleh air di permukaan.

Air panas tipe klorida merupakan indikasi adanya fluida panas bumi dari bawah permukaan (deep water), namun kemungkinan pengaruh kontaminasi air laut di daerah Alor Timur perlu dipertimbangkan, karena lokasi air panas umumnya berada di pinggir pantai, kecuali mata air panas Kura dan Puimang jauh dari pantai. Mata air panas Taramana yang bertipe bikarbonat mengindikasikan bahwa senyawa bikarbonat dengan konsentrasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan klorida dan sulfat. dapat berasal dari terlarutnya gas CO2 dalam air meteorik.

Dari konsentrasi kimia air panas yang di plotkan pada diagram segitiga Na/1000-K/100-√Mg terlihat bahwa semua mata air panas terletak di daerah immature water . Artinya air panas tadi telah mengalami kontaminasi atau pengenceran oleh air permukaan. Hal tersebut mengindikasikan bahwa konsentrasi Magnesium dalam air meteorik lebih dominan dari pada air yang berasal dari aliran fluida panas didukung oleh besarnya konsentrasi Natrium dan Kalium. Mata air panas Padang Garam 1 (APPG-1) berada pada daerah partial equilibrium, dalam kenyataannya mata air panas Padang Garam 1 ini terkontaminasi air laut, karena itu konsentrasi Na dan K dari APPG-1 merupakan akumulasi dari intrusi air laut, sehingga penggunaan diagram ini untuk APPG-1 tidak representatif.

Dari konsentrasi kimia air panas yang di plot pada diagram segitiga Cl/100-B/4-Li terlihat bahwa hampir semua kelompok mata air panas yang ada di daerah Alor Timur berada di daerah marine, kecuali kelompok mata air panas Kura dan Puimang yang masuk pada daerah volcanic water. Hal ini mengindikasikan bahwa mata air panas yang muncul di pinggir pantai telah terkontaminasi oleh air laut.

Dari harga kandungan 180 dan Deuterium air panas yang diplotkan pada grafik isotop δD terhadap δ 18O terlihat bahwa: mata air panas Puimang (APPM-2), Padang Garam (APPG-1) dan Kura (APKR-1) berada di sebelah kanan dan menjauhi garis MWL (meteoric water line). Hal tersebut mengidentifikasikan adanya pengayaan oksigen terhadap 3 mata air panas tersebut, ini menunjukkan adanya interaksi antara fluida panas dari bawah dengan batuan di sekitarnya dalam perjalanan menuju ke atas. Pada mata air panas Irauri (APIR-1) tidak terlihat adanya pengkayaan oksigen tersebut, karena hasil ploting nya berada pada garis MWL yang menunjukkan bahwa mata air panas Irauri sudah terkontaminasi oleh air permukaan atau di dominasi oleh air permukaan .

Geotermometer Air Panas

Perhitungan Geotermometer terhadap sampel air panas yang diambil dari daerah Alor Timur, dilakukan pada mata air panas: Padang Garam-Desa Mausamang (APPG), Alakalela, Mabata, dan Kura, Desa Maritaing (APKR), Puimang-Desa Lengkuru (APPM) dan Taramana, Irauri -Desa Taramana (APIR).

Model Panas Bumi Tentatif

Sumber panas (heat source) diduga berasal dari dapur magma di bawah G. Koyakoya dan di bawah G. Inukumang. Batuan vulkanik Tersier (Miosen Tengah) yang telah terkena proses tektonik berfungsi sebagai batuan reservoir. Batuan penudung panas (cap rock/clay cap) diduga berupa batuan-batuan vulkanik dari G. Koyakoya dan G. Inukumang berumur Tersier Atas hingga Pliosen (?).

Batuan konduktif (batuan dasar) adalah batuan berumur relatif lebih tua dari Miosen Tengah (batuan-batuan Pra-Tersier yang posisinya berada di bawah batuan Tersier dan tidak tersingkap di daerah penyelidikan.

Potensi Panas Bumi Spekulatif

Berdasarkan Standarisasi Estimasi Potensi Panas Bumi (DJGSM, 1999) besarnya kandungan sumberdaya energi panas bumi “spekulatif” di daerah penyelidikan dapat dihitung dengan memakai formula, sebagai berikut: H el = A x Q el Mwe

Dimana

Hel : Potensi sumberdaya energi panas bumi Spekulatif (Mwe)

A : Luas daerah prospek berdasarkan geologi (km²)

Qel : Rapat daya ( Mwe/ km²).

Dengan asumsi ketebalan reservoar ± 1 Km.

Maka potensi sumberdaya energi panas bumi Spekulatif di Alor Timur adalah sebesar 190 Mwe, yaitu di Maritaing 60 Mwe, Puimang 30 Mwe, Padang Garam 40 Mwe, Irawuri dan Taramana 40 Mwe, sedangkan di Takala diperkirakan sebesar 20 Mwe (Tabel 2).

0 komentar:

Posting Komentar

 

Free Blog Templates

Blog Tricks

Easy Blog Tricks

© Grunge Theme Copyright by migasnet11windi8009.blogspot.com | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks