GEOLOGI



GEOLOGI


Geologi (berasal dari Yunani γη- (ge-, "bumi") dan λογος (logos, "kata", "alasan")) adalah Ilmu (sains yang mempelajari bumi, komposisinya, struktur, sifat-sifat fisik, sejarah, dah proses yang membentuknya.

Geologiwan telah membantu dalam menentukan umur Bumi yang diperkirakan sekitar 4.5 milyar (4.5x109) tahun, dan menentukan bahwa kulit bumi terpecah menjadi lempeng tektonik yang bergerak di atas mantel yang setengah cair (astenosfir) melalui proses yang sering disebut tektonik lempeng. Geologiwan membantu menemukan dan mengatur sumber daya alam yang ada di bumi, seperti minyak bumi, batu bara, dan juga metal seperti besi, tembaga, dan uranium serta mineral lainnya yang memiliki nilai ekonomi, seperti asbestos, perlit, mika, fosfat, zeolit, tanah liat, pumis, kuarsa, dan silika, dan juga elemen lainnya seperti belerang, klorin, dan helium.

Astrogeologi adalah aplikasi ilmu geologi tentang planet lainnya dalam tata surya (solar sistem). Namun istilah khusus lainnya seperti selenology (pelajaran tentang bulan), areologi (pelajaran tentang planet Mars), dll, juga dipakai.

Kata "geologi" pertama kali digunakan oleh Jean-André Deluc dalam tahun 1778 dan diperkenalkan sebagai istilah yang baku oleh Horace-Bénédict de Saussure pada tahun 1779.


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Read Full...

Mata Bor (Bit)

Mata Bor (Bit)

Mata bor merupakan peralatan yang langsung menyentuh formasi, berfungsi untuk menghancurkan dan menembus formasi, dengan cara memberi beban pada mata bor.

Bagian – bagian penting dari mata bor :

  • shank: merupakan suatu alur (threaded pin), dimasukkan ke dalam box connection pada bottom collar atau bit sub di bawah collar.
  • Bit lugs : merupakan peralatan yang berfungsi untuk dudukan poros dan cones.
  • Cones : merupakan roda-roda bergigi (gerinda) yang berputar pada mata bor.
  • Fluid passageway (jets) : merupakan nozzle yang terdapat pada bottom untuk menyemprotkan lumpur bor langsung ke formasi.

Jenis-jenis mata bor :

Drag Bit

Drag bit ini tidak mempunyai roda-roda yang dapat bergerak dan membor dengan gaya keruk dari blandenya. Pada masa yang lampau, biasanya untuk pemboran permukaan (spud in) dilakukan dengan bit ini, tetapi dewasa ini telah digeser oleh roller- cone bit. Letak jet nozzle pada drag bit ini dirancang agar supaya lumpur yang keluar dari rangkaian pipa bor langsung menyemprot blandernya, hal ini dimaksudkan agar blandenya tetap bersih pada waktu mengebor. Drag bit biasanya digunakan untuk membor formasi-formasi lunak dan plastik (lengket). Blande drag bit dibuat dari macam-macam baja paduan dan pada bagian muka (faced) yang keras umumnya diperkuat dengan tungsten carbide. Persoalan-persoalan yang timbul dalam penggunaan drag bit adalah :

  • lubang bengkok
  • lubang berdiameter kurang dari yang diminta (undergauge)
  • balling (dilapisi padatan) pada pemboran formasi shale

Lubang bengkok dapat dikurangi dengan pemakaian drill collar, sedang undergauge dapat dikurangi dengan membuat otomatis pada nozzle, dimana bila bitnya rusak, nozzle bertumpu pada lubang dan tertutup secara otomatis, sehingga menaikkan tekanan pompa dipermukaan. Balling dapat dikurangi dengan menggunakan jet nozzle pada balandenya.

Roller-Cone (Rock Bit)

Roller-Cone adalah bit yang mempunyai kerucut (cone) yang dapat berputar untuk menghancurkan batuan. Bit ini pertama kali didesain oleh howard R. Houghes (1909) dan hingga sekarang banyak dilakukan untuk pemboran di lapangan minyak. Pada masing-masing terdapat gigi-gigi. Jika diperhatikan secara seksama maka bentuk gigi tersebut untuk setiap bit berbeda. Gigi yang panjang dan jarang letaknya atau sedikit jumlahnya digunakan untuk formasi batuan lunak. Sedang gigi-gigi yang pendek dan rapat letaknya adalah digunakan untuk formasi medium hard atau hard (keras).

Umumnya jumlah conner pada setiap bit adalah tiga, setiap cones mempunyai sumbu yang berbeda, setiap asnya berpotongan pada satu titik. Panjang jarak gigi-gigi serta pola dari bit dibuat untuk memperoleh laju pemboran yang tertinggi dengan minimum pengaruh balling pada gigi-gigi tersebut.

Roller cone bit ada dua macam :

  1. Steel tooth bit (Milled tooth bit)

    Merupakan satu diantara jenis mata bor (bit) yang paling banyak dipakai, dikenal dari gigi-gigi pemotongnya yang dibentuk dengan jalan menggiling/memotong conenya, sehingga menjadi gigi.

  2. Insert bit (Tungsten carbite bit)

    Gigi-gigi dibuat dari karbit tungsten yang tahan keausan. Biasanya mata bor jenis ini digunakan untuk menembus lapisan yang paling keras atau paling abrasif.

Diamond Bit

Pengeboran dengan diamond bit ini sifatnya bukan penggalian (pengerukan) dengan gigi berputar), tetapi diamond bit ini membor batuan berdasarkan penggoresan dari butir-butir intan yang dipasang pada matrix besi (carbite) sehingga menghasilkan laju pemboran yang relatif lambat. Kontak langsung antara intan-intan dengan formasi menyebabkan kerusakan yang cepat karena panas yang ditimbulkan. Pemakaian intan dipertimbangkan karena intan merupakan zat padat yang sampai sekarang dianggap paling keras dan abrasif. Pada prakteknya diamond bit jarang/tidak selalu digunakan di lapangan. Keistimewaan dari diamond bit ini adalah mempunyai umur pemakaian yang relatif panjang (awet) sehingga mengurangi frekuensi roundtrip, dengan demikian biaya pemboran dapat biperkecil.

Specialized Down Hole Tools

Specialized Down-Hole Tools merupakan peralatan khusus yang digunakan sebagai "bottom hole asembly" pada rangkaian pipa bor. Peralatan ini digunakan untuk mengontrol kerja bit selama operasi pemboran berlangsung. Ada tiga jenis Specialized Down-Hole Tools, yaitu :

  1. Stabilizer
  2. Rotary reamers
  3. Shock absorbes (shock subs)

Stabilizer

Stabilizer digunakan sebagai "bottom hole assembly" untuk menjaga kestabilan bit dan drillcollar dalam lubang bor selama berlangsung operasi pemboran. Pada umumnya stabilizer di gunakan untuk tujuan sebagai berikut :

  • Untuk menungkatkan penembusan (increased penetration). Stabilizer akan memberikan WOB yang lebih besar pada drillcollar sehingga meningkatkan laju pemboran (penetration rate)
  • Untuk memperkecil kemungkinan terjadinya patah lelah (fatique) pada sambungan drillcollar.
  • Untuk mencegah terjadinya 'well sticking". Stabilizer dapat menahan permukaan rangkaian pipa bor tetap tidak menyentuh didding lubang bor.

Ada empat jenis stabilizer, yaitu :

  • Non-rotary sleave type stabilizer
  • Sleave type rig repairable stabilizer
  • Replaceable wear pid rig repairable stabilizer
  • Blande stabilizer

Rotary Reamers

Rotary Reamers merupakan peralatan yang digunakan pada operasi pemboran terutama menjaga ukuran lubang bor atau untuk memperbesar ukuran lubang bor.

Ada tiga jenis rotary reamers :

  1. 3-point string type
  2. 6-point bottom hole type
  3. 3-point bottom hole type

Shock absorbers

Sering juga disebut "shock sub" merupakan peralatan yang diletakkan pada bagian bawah section drillcollar untuk mengurangi getaran dan kejutan yang ditimbulkan oleh "cutting section of the bit" ketika membor batuan keras, patahan dan selang-seling batuan keras lunak, hal ini mengurangi terjadinya kerusakan rangkaian pipa bor dan bahkan rignya sendiri.

Fungsi utama shock absorbed adalah untuk mengurangi :

  • patah lelah pada sambungan drillcollar dan drillpipe
  • beban kejutan pada bit, melindungi gigi-gigi dan bearing (as), dan
  • kemungkinan kerusakan pada peralatan di permukaan.
Hal ini dapat dicapai laju pemboran yang lebih cepat karena WOB dan RPM yang optimum dapat dicapai dan juga dapat memperpanjang umur pahat (bit). Read Full...

Degradasi Minyak Bumi via “Tangan” Mikroorganisme

Sabtu, 13 Juni 2009

Degradasi Minyak Bumi via “Tangan” Mikroorganisme

Minyak bumi terbentuk sebagai hasil akhir dari penguraian bahan-bahan organik (sel-sel dan jaringan hewan/tumbuhan laut) yang tertimbun selama berjuta tahun di dalam tanah, baik di daerah daratan atau pun di daerah lepas pantai. Hal ini menunjukkan bahwa minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Terbentuknya minyak bumi sangat lambat, oleh karena itu perlu penghematan dalam penggunaannya.

Di Indonesia, minyak bumi banyak terdapat di bagian utara Pulau Jawa, bagian timur Kalimantan dan Sumatera, daerah kepala burung Papua, serta bagian timur Seram. Minyak bumi juga diperoleh di lepas pantai Jawa dan timur Kalimantan.

Minyak bumi kasar (baru keluar dari sumur eksplorasi) mengandung ribuan macam zat kimia yang berbeda baik dalam bentuk gas, cair maupun padatan. Bahan utama yang terkandung di dalam minyak bumi adalah hidrokarbon alifatik dan aromatik. Minyak bumi mengandung senyawa nitrogen antara 0-0,5%, belerang 0-6%, dan oksigen 0-3,5%. Terdapat sedikitnya empat seri hidrokarbon yang terkandung di dalam minyak bumi, yaitu seri n-paraffin (n-alkana) yang terdiri atas metana (CH4) sampai aspal yang memiliki atom karbon (C) lebih dari 25 pada rantainya, seri iso-paraffin (isoalkana) yang terdapat hanya sedikit dalam minyak bumi, seri neptena (sikloalkana) yang merupakan komponen kedua terbanyak setelah n-alkana, dan seri aromatik (benzenoid).

Komposisi senyawa hidrokarbon pada minyak bumi tidak sama, bergantung pada sumber penghasil minyak bumi tersebut. Misalnya, minyak bumi Amerika komponen utamanya ialah hidrokarbon jenuh, yang digali di Rusia banyak mengandung hidrokarbon siklik, sedangkan yang terdapat di Indonesia banyak mengandung senyawa aromatik dan kadar belerangnya sangat rendah.

Minyak bumi berdasarkan titik didihnya dapat dibagi menjadi sembilan fraksi. Pemisahan ini dilakukan melalui proses destilasi.

Permasalahan terjadi ketika produk minyak bumi yang dimanfaatkann manusia memunculkan efek yang tidak diinginkan bagi manusia itu sendiri ataupun bagi lingkungan sekitar. Sebagai contoh adalah produk minyak bumi plastik, yang menimbulkan masalah pencemaran lingkungan karena sulit didegradasi (memerlukan waktu yang lama untuk menghancurkannya). Belum lagi bahaya tumpahan minyak bumi dalam jumlah besar di laut seperti yang terjadi pada bulan Maret 1989 di dekat Prince William Sound, Alaska (11 juta galon minyak bumi dari super tanker Exxon Valdex tumpah ke laut) yang menimbulkan kerusakan berat ekosistem laut. Bahkan menurut catatan, biaya yang diperlukan untuk membersihkan tumpahan minyak tersebut diduga mencapai 1,5 milyar dolar Amerika Serikat.

Oleh karena itu perlu dilakukan tindakan yang lebih efektif dan efisien dalam mengatasi limbah yang ditimbulkan oleh produk minyak bumi. Salah satu metode paling cepat adalah dengan degradasi minyak bumi yang memanfaatkan mikroorganisme atau yang sering disebut biodegradasi.

Read Full...

cara menemukan minyak bumi

Ada berbagai macam cara: observasi geologi, survei gravitasi, survei magnetik, survei seismik, membor sumur uji, atau dengan educated guess dan faktor keberuntungan.

  • Survei gravitasi: metode ini mengukur variasi medan gravitasi bumi yang disebabkan perbedaan densitas material di struktur geologi kulit bumi.
  • Survei magnetik: metode ini mengukur variasi medan magnetik bumi yang disebabkan perbedaan properti magnetik dari bebatuan di bawah permukaan. Survei magnetik dan gravitasi biasanya dilakukan di wilayah yang luas seperti misalnya suatu cekungan (basin).
  • Survei seismik menggunakan gelombang kejut (shock-wave) buatan yang diarahkan untuk melalui bebatuan menuju target reservoir dan daerah sekitarnya. Oleh berbagai lapisan material di bawah tanah, gelombang kejut ini akan dipantulkan ke permukaan dan ditangkap oleh alat receivers sebagai pulsa tekanan (oleh hydrophone di daerah perairan) atau sebagai percepatan (oleh geophone di darat). Sinyal pantulan ini lalu diproses secara digital menjadi sebuah peta akustik bawah permukaan untuk kemudian dapat diinterpretasikan.

Aplikasi metode seismik:

  1. Tahap eksplorasi: untuk menentukan struktur dan stratigrafi endapan dimana sumur nanti akan digali.
  2. Tahap penilaian dan pengembangan: untuk mengestimasi volume cadangan hidrokarbon dan untuk menyusun rencana pengembangan yang paling baik.
  3. Pada fase produksi: untuk memonitor kondisi reservoir, seperti menganalisis kontak antar fluida reservoir (gas-minyak-air), distribusi fluida dan perubahan tekanan reservoir.

Setelah kita yakin telah menemukan minyak, apa selanjutnya ?
Setelah mengevaluasi reservoir, selanjutnya tahap mengembangkan reservoir. Yang pertama dilakukan adalah membangun sumur (well-construction) meliputi pemboran (drilling), memasang tubular sumur (casing) dan penyemenan (cementing). Lalu proses completion untuk membuat sumur siap digunakan. Proses ini meliputi perforasi yaitu pelubangan dinding sumur; pemasangan seluruh pipa-pipa dan katup produksi beserta asesorinya untuk mengalirkan minyak dan gas ke permukaan; pemasangan kepala sumur (wellhead atau chrismast tree) di permukaan; pemasangan berbagai peralatan keselamatan, pemasangan pompa kalau diperlukan, dsb. Jika dibutuhkan, metode stimulasi juga dilakukan dalam fase ini. Selanjutnya well-evaluation untuk mengevaluasi kondisi sumur dan formasi di dalam sumur. Teknik yang paling umum dinamakan logging yang dapat dilakukan pada saat sumur masih dibor ataupun sumurnya sudah jadi.

Read Full...

JEJAK SUMUR MINYAK PERTAMA DI INDONESIA


JEJAK SUMUR MINYAK PERTAMA DI INDONESIA

Sumatera Utara yang beruntung mencatat sejarah sebagai daerah tempat sumur minyak pertama ditemukan.

Persisnya sumur minyak pertama itu berada di Desa Telaga Said, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, sekitar 110 kilometer barat laut Medan, ibukota Sumatera Utara.

Desa Telaga Said sendiri merupakan sebuah desa kecil yang, berada dalam areal perkebunan kelapa sawit. Pekerjaan utama masyarakatnya adalah buruh perkebunan. Dengan tingkat penghasilan yang rendah, maka dapat dikatakan taraf penghidupan ekonomi di desa ini rendah.


Tugu 100 Tahun

Perjalanan menuju lokasi sumur minyak pertama di Desa Telaga Said, cukup melelahkan. Dari Medan butuh waktu dari Medan menuju Pangkalan Brandan, salah satu kecamatan utama Kabupaten Langkat. Dari Brandan ini, jarak perjalanan sekitar 20 kilometer lagi menuju Desa Telaga Said, melewati perkebunan sawit dan karet.

Memasuki jalanan desa, kesunyian mulai terasa. Kendaraan jarang berlalu-lalang. Lantas pada sebuah pertigaan, sebuah tugu akan terlihat agak mencolok di sebelah kiri jalan. Tugu itu adalah peringatan 100 tahun perminyakan Indonesia.

http:jejak-sumur-minyak-pertama-di-indonesia.html

Read Full...

Fungsi Lumpur Pemboran.

Fungsi Lumpur Pemboran.

Menurut Preston L. Moore (1974), lumpur pemboran mulai dikenal pada sekitar tahun 1900-an bersamaan dengan dikenalnya pemboran rotari. Pada mulanya tujuan utama dari lumpur pemboran adalah untuk mengangkat serbuk bor secara kontinyu. Dengan berkembangnya zaman, banyak fungsi-fungsi tambahan yang diharapkan dari lumpur pemboran. Banyak additif dengan berbagai fungsi yang ditambahkan kedalamnya, menjadikan lumpur pemboran yang semula hanya berupa fluida sederhana menjadi campuran yang kompleks antara fluida, padatan dan bahan kimia.

Dari adanya perkembangan dalam penggunaan lumpur hingga saat ini, fungsi-fungsi utama dari lumpur pemboran yang diharapkan adalah sebagai berikut:

1. Mengendalikan Tekanan Formasi
Tekanan formasi umumnya adalah sekitar 0,465 psi/ft. Pada tekanan yang normal, air dan padatan pada pemboran telah dapat untuk menahan tekanan formasi ini. Untuk tekanan yang lebih kecil dari normal (sub-normal) densitas lumpur harus diperkecil supaya perolehan hilang lumpur atau loss circulation tidak terjadi.

2. Mengangkat Serbuk Bor ke Permukaan dan Membersihkan Dasar Lubang Bor.
Pembersihan lubang bor adalah fungsi pokok dari lumpur pemboran. Fungsi ini juga paling sering dilalaikan dan salah dinterpretasikan. Serbuk bor biasanya mempunyai SG sekitar 2,3 samapai 3,0 dan rata-rata adalah 2,5. Jika serbuk bor lebih berat dari lumpur, maka serbuk bor akan jatuh dengan kecepatan yang disebut dengan kecepatan slip.

3. Memberi dinding Pada Lubang Bor Dengan Mud Cake.
Lumpur akan membuat mud cake atau lapisan zat padat tipis didinding formasi permeabel (lulus air), pembentukan mud cake ini akan menyebabkan tertahannya aliran fluida masuk ke formasi (adanya aliran yang masuk yaitu cairan plus padatan menyebabkan padatan tertinggal/tersaring). Mud Cake yang dikehendaki adalah mud cake yang tipis karena dengan demikian lubang bor tidak dipersempit dan cairan tidak banyak yang hilang. Sifat wall building ini dapat diperbaiki dengan penambahan :
a. Sifat koloid drilling mud dengan bentonite.
b. Memberi zat kimia untuk memperbaiki distribusi zat padat dalam lumpur dan memperkuat mud cake.

4. Melumasi dan Mendinginkan Pahat.
Panas yang ditimbulkan terjadi karena gesekan pahat serta drillstring dengan formasi. Konduksi formasi umumnya kecil, sehingga sukar sekali menghilangkan panas dalam waktu cepat, tetapi umumnya dengan adanya aliran lumpur telah cukup untuk mendinginkan sistem serta melumasi pahat. Umur pahat bisa lebih lama sehingga biaya pergantian pahat bisa ditekan, karena dengan tertembusnya formasi yang cukup keras, kalau tidak terlumasi dengan baik, bit akan cepat tumpul sehingga daya tembusnya menjadi lambat dan memperlambat proses pemboran.

5. Menahan Padatan Dari Formasi dan Melepaskannya di Permukaan.
Lumpur pemboran yang baik mempunyai sifat tixotropi yang menyebabkan partikel-partikel padatan dapat dibawa sampai kepermukaan, dan menahannya didalam lumpur selama sirkulasi berhenti. Kemampuan lumpur untuk menahan serbuk bor selama sirkulasi dihentikan terutama tergantung terhadap gel strength, dengan cairan menjadi gel tekanan terhadap gerakan serbuk bor kebawah dapat dipertinggi. Serbuk bor dapat ditahan agar tidak turun kebawah, karena bila ia mengendap dibawah bisa menyebabkan akumulasi serbuk bor dan pipa akan terjepit.
Read Full...

GEOLOGI DAN GEOKIMIA PENDAHULUAN


GEOLOGI DAN GEOKIMIA PENDAHULUAN


Geologi

Pemetaan geologi pendahuluan didukung oleh interpretasi Citra Landsat dan dilengkapi dengan analisis petrografi contoh batuan yang representatif. Susunan stratigrafi daerah panas bumi Alor Timur, terdiri dari 13 satuan batuan yaitu (dari tua ke muda): satuan lava Maritaing-Mausamang, aliran piroklastik Maritaing, lava Puimang, aliran piroklastik Taramana, batuan sedimen Taramana, lava G. Koyakoya, lava G. Inukumang, batuan vulkanik Atmal, endapan danau, lahar Mausamang, endapan longsoran Maritaing, batugamping terumbu dan endapanaluvium.

Indikasi struktur geologi di lapangan dicerminkan oleh bentuk depresi (horst dan graben), kelurusan, paset segitiga, gawir sesar, kekar, offset batuan, kelurusan sungai, bukit dan topografi, zona hancuran batuan, breksiasi dan pemunculan manifestasi panas bumi berupa kelompok-kelompok mata air panas. Berdasarkan indikasi tersebut dapat ditarik beberapa struktur geologi, diantaranya:

Sesar normal Lantoka merupakan sesar utama yang berpasangan (horst dan graben) menyebar di bagian utara dan selatan, berarah baratlaut-tenggara (N280-300ºE). Selain sesar utama ini terdapat juga sesar-sesar generasi kedua (secondary order) yang berarah timurlaut-baratdaya yaitu : sesar geser Puimang berarah N45oE menyebar di bagian selatan, berupa sesar geser mengiri dengan kemiringan > 70° ke arah selatan. Sesar normal Takala berarah N 45o E dengan kemiringan> 75° ke selatan, menyebar di bagian utara. Sesar normal Irawuri berarah N35oE dengan kemiringan > 75° ke selatan, menyebar di bagian baratlaut. Sesar normal Taramana berarah N 40o E dengan kemiringan > 75° kearah selatan; menyebar di bagian baratlaut. Sesar normal Kura, berarah N 220o E, dengan kemiringan > 75° kebagian barat, menyebar di tenggara. Sesar normal Padang Garam berarah N 310o E dengan kemiringan > 70° ke arah timur, menyebar di bagian timurlaut.

Selaian sesar-sesar tersebut, hasil analisis peta topografi dan citra landsat menunjukkan kelurusan-kelurusan berarah timurlaut-baratdaya dan baratlaut-tenggara yang diduga sebagai struktur sesar.

Manifestasi Panas Bumi

Di daerah Alor Timur terdapat 8 kelompok manifestasi panas bumi berupa mata air panas, yaitu: Padang Garam, Takala, Manapu-S. Kura, Alakalela, Mabata, Puimang dan Taramana, Irawuri . Manifestasi di S. Kura, Alakalela dan Mabata, Desa Maritaing berada pada struktur horst dan graben Lantoka yang mempunyai arah N 280-310º E dan muncul pada batuan vulkanik Miosen-Pliosen serta aluvium. Di daerah Taramana terdapat batuan ubahan bertipe argilik yang berada di sekitar pemunculan mata air panas.

Geokimia Air Panas

Dari konsentrasi kandungan unsur di dalam air panas yang di plot pada diagram segitiga Cl-SO4-HCO3 menunjukkan bahwa hampir semua mata air panas masuk dalam tipe klorida kecuali mata air panas Taramana yang bertipe bikarbonat. Pengelompokan tipe air panas ini sangat dipengaruhi oleh kondisi, lingkungan pemunculan, pengaruh kontaminasi dan pengenceran oleh air di sekitarnya terutama oleh air di permukaan.

Air panas tipe klorida merupakan indikasi adanya fluida panas bumi dari bawah permukaan (deep water), namun kemungkinan pengaruh kontaminasi air laut di daerah Alor Timur perlu dipertimbangkan, karena lokasi air panas umumnya berada di pinggir pantai, kecuali mata air panas Kura dan Puimang jauh dari pantai. Mata air panas Taramana yang bertipe bikarbonat mengindikasikan bahwa senyawa bikarbonat dengan konsentrasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan klorida dan sulfat. dapat berasal dari terlarutnya gas CO2 dalam air meteorik.

Dari konsentrasi kimia air panas yang di plotkan pada diagram segitiga Na/1000-K/100-√Mg terlihat bahwa semua mata air panas terletak di daerah immature water . Artinya air panas tadi telah mengalami kontaminasi atau pengenceran oleh air permukaan. Hal tersebut mengindikasikan bahwa konsentrasi Magnesium dalam air meteorik lebih dominan dari pada air yang berasal dari aliran fluida panas didukung oleh besarnya konsentrasi Natrium dan Kalium. Mata air panas Padang Garam 1 (APPG-1) berada pada daerah partial equilibrium, dalam kenyataannya mata air panas Padang Garam 1 ini terkontaminasi air laut, karena itu konsentrasi Na dan K dari APPG-1 merupakan akumulasi dari intrusi air laut, sehingga penggunaan diagram ini untuk APPG-1 tidak representatif.

Dari konsentrasi kimia air panas yang di plot pada diagram segitiga Cl/100-B/4-Li terlihat bahwa hampir semua kelompok mata air panas yang ada di daerah Alor Timur berada di daerah marine, kecuali kelompok mata air panas Kura dan Puimang yang masuk pada daerah volcanic water. Hal ini mengindikasikan bahwa mata air panas yang muncul di pinggir pantai telah terkontaminasi oleh air laut.

Dari harga kandungan 180 dan Deuterium air panas yang diplotkan pada grafik isotop δD terhadap δ 18O terlihat bahwa: mata air panas Puimang (APPM-2), Padang Garam (APPG-1) dan Kura (APKR-1) berada di sebelah kanan dan menjauhi garis MWL (meteoric water line). Hal tersebut mengidentifikasikan adanya pengayaan oksigen terhadap 3 mata air panas tersebut, ini menunjukkan adanya interaksi antara fluida panas dari bawah dengan batuan di sekitarnya dalam perjalanan menuju ke atas. Pada mata air panas Irauri (APIR-1) tidak terlihat adanya pengkayaan oksigen tersebut, karena hasil ploting nya berada pada garis MWL yang menunjukkan bahwa mata air panas Irauri sudah terkontaminasi oleh air permukaan atau di dominasi oleh air permukaan .

Geotermometer Air Panas

Perhitungan Geotermometer terhadap sampel air panas yang diambil dari daerah Alor Timur, dilakukan pada mata air panas: Padang Garam-Desa Mausamang (APPG), Alakalela, Mabata, dan Kura, Desa Maritaing (APKR), Puimang-Desa Lengkuru (APPM) dan Taramana, Irauri -Desa Taramana (APIR).

Model Panas Bumi Tentatif

Sumber panas (heat source) diduga berasal dari dapur magma di bawah G. Koyakoya dan di bawah G. Inukumang. Batuan vulkanik Tersier (Miosen Tengah) yang telah terkena proses tektonik berfungsi sebagai batuan reservoir. Batuan penudung panas (cap rock/clay cap) diduga berupa batuan-batuan vulkanik dari G. Koyakoya dan G. Inukumang berumur Tersier Atas hingga Pliosen (?).

Batuan konduktif (batuan dasar) adalah batuan berumur relatif lebih tua dari Miosen Tengah (batuan-batuan Pra-Tersier yang posisinya berada di bawah batuan Tersier dan tidak tersingkap di daerah penyelidikan.

Potensi Panas Bumi Spekulatif

Berdasarkan Standarisasi Estimasi Potensi Panas Bumi (DJGSM, 1999) besarnya kandungan sumberdaya energi panas bumi “spekulatif” di daerah penyelidikan dapat dihitung dengan memakai formula, sebagai berikut: H el = A x Q el Mwe

Dimana

Hel : Potensi sumberdaya energi panas bumi Spekulatif (Mwe)

A : Luas daerah prospek berdasarkan geologi (km²)

Qel : Rapat daya ( Mwe/ km²).

Dengan asumsi ketebalan reservoar ± 1 Km.

Maka potensi sumberdaya energi panas bumi Spekulatif di Alor Timur adalah sebesar 190 Mwe, yaitu di Maritaing 60 Mwe, Puimang 30 Mwe, Padang Garam 40 Mwe, Irawuri dan Taramana 40 Mwe, sedangkan di Takala diperkirakan sebesar 20 Mwe (Tabel 2). Read Full...

Unit Pengeboran Laut Dalam Gambar


Unit Pengeboran Laut Dalam Gambar

Berlawanan dengan pendapat umum, mengorek lubang ke perut bumi ternyata menggunakan bermacam-macam ukuran mata bor atau pahat. Mula-mula digunakan mata bor berukuran paling besar yang bergaris tengah hampir satu meter. Pada kedalaman tertentu, mata bor ini diganti ukurannya yang lebih kecil yaitu sekitar 70cm. Lebih dalam lagi digunakan diameter 30cm, dan umumnya yang terkecil adalah bergaris tengah 21cm.

Setiap pergantian ukuran pahat, lubang bor harus dilindungi dengan memasukkan pipa baja yang disebut casing atau "selubung." Selubung baja ini harus disemen agar kuat "menggigit" dinding lubang bor tidak runtuh, dan yang lebih penting lagi menjadi "pasukan cadangan" jika ada gas atau lumpur panas ingin memasuki wilayah sumur pengeboran. Jadi kalau diumpamakan kita memiliki pisau maha besar untuk memotong penampang sebuah sumur akan dihasilkan diagram yang makin ke dalam makin kecil mirip teleskop.

Gambar satu adalah contoh mata bor berukuran 31cm yang sebagian giginya dilapisi intan.

Umumnya jenis ini dipakai pada trayek pengeboran masih pertengahan dengan kedalaman berkisar 2000 - 3000 meter dimana lapisan yang ditembus relatif mulai keras dan padat seperti lempung, atau batu gamping. Pahat ini dicabut setelah mengebor 1000 meter lebih lantaran kami curiga sudah majal. Ternyata dugaan tersebut benar.

Anda perhatikan bintil bintil yang menyelimutinya adalah intan buatan pabrik. Intan ini ditancapkan pada badan pahat, kalau sudah tipis atau aus, intan diproses kembali.

Di latar belakang pahat intan adalah pipa bor yang bergaris tengah 13cm. Kelak ujung pipa bor disambung dengan pahat melalui "draad." Namun karena ulir pada pahat adalah "lelaki" sementara pipa bor memiliki ulir "lelaki," maka supaya jangan terjadi jeruk makan jeruk, dipakai pipa cross-over dan pipa lain yang berat dengan diameter dari 17 sampai 20cm. Kami namakan sebagai "setang bor." atau disingkat DC.

Data fisik lain dari pahat adalah tingginya sekitar 40cm dengan berat 60 kilogram. Kalau diperhatikan lagi lantai bor kenapa terbuat dari kayu? Sebetulnya hanya landasannya yang kami lapisi dengan kayu sebagai sarana melindungi draad-draad pipa agar tidak cepat rusak. Sebagai gambaran, bagan di kanan ini sebuah rangkaian pipa bor saat disambung menjadi satu kesatuan. Ukuran ini tidak mengikuti skala sebab pipa bor saja panjangnya bisa ribuan meter dibandingkan mata bor yang kurang dari setengah meter.

Air yang nampak menggenang di lantai selain berfungsi membersihkan lantai, pipa dan pahat memiliki sarana lain sebagai pendingin agar saat terjadi gesekan (sengaja atau tidak) antara pipa dengan pipa atau benda keras lainnya, maka lelatu api bisa ditiadakan dengan suasana yang basah-basah mandi lumpur.

Kalau bor ini dilihat dari depan, maka akan nampak gigi-gigi intan yang dalam perminyakan disebut "PDC."

Diantara gigi-gigi akan nampak lubang sebanyak lima buah. Lubang ini nantinya diisi jepitan atau nozzle agar lumpur yang dipompa melalui bagian tengah pipa bor karena melalui lubang yang sempit akhirnya tergencet dan menghasilkan tekanan sekeras pancaran jet karena kecepatan semprotnya sekitar 288 km per jam setara dengan laju F1 di arena balapan, jadi fungsinya membersihkan mata bor agar tidak lengket (nggedibel, jawa) selain semprotannya juga mampu melunakkan batuan sebelum dibor, sekaligus mendinginkan panas akibat gesekan logam dengan batuan.

Mata bor yang terbuat dari intan hitam, mulus, moncer, setelah bergesek dengan batuan yang tentunya keras kalau dicabut ke permukaan bentuknya menjadi tidak menarik lagi seperti pada gambar kiri.

Dengan demikian kelak para pembaca Wikimu tidak perlu menyambut kedatangan "Kepala Bor" dengan tarian daerah, karangan bunga sebab ia hanya sekedar besi.

Read Full...

"Lost" dan "Gain"


"Lost" dan "Gain"

Istilah "lost and gain" dalam operasi pengeboran ini sangat lazim dan sangat sering terjadi. Saat ini sudah ada alat yg disebut BOP (BlowOut Preventer), alat ini yang akan digunakan ketika terjadi lost-gain, sebagai katup pengaturnya.
Apabila beratjenis lumpur pemboran memiliki berat yg lebih berat dari tekanan formasi maka akan terjadi masuknya lumpur ke formasi yg porous. Lost merupakan kejadian ketika lumpur masuk ke formasi ini.
Apabila BJ lumpur terlalu kecil, maka lumpur tidak kuat menahan aliran fluida dari pori-pori batuan. Lah, ya saat itu terjadi "gain" atau adanya tambahan fluida yg masuk kedalam lubang sumur. Kalau hal ini tidak teratasi atau terlewat karena proses penyemburannya sangat cepat maka aliran fluida dari batuan didalam tanah ini terjadi terus menerus, Seterusnya fluida akan muncrat keluar melalui lubang sumur dan lubang ditengan pipa pemboran. Ini yang disebut sebagai semburan liar atau "blowout". Yang keluar bisa berupa minyak, gas, ataupun air dan bahkan campuran.Kondisi tekanan masing-masing lapisan di dalam bumi sana itu tidak seragam, juga tidak di setiap tempat sama. Tekanan fluida pada Batugamping (karbonat) di formasi Kujung di BD-Ridge yang memanjang dari lapangan BD ke daerah Porong ini, berbeda dengan Bagtugamping kujung di Laut Jawa. Berbeda pula perilaku dan sebaran tekanannya dengan batugamping di Baturaja Sumatra, berbeda pula dengan yang di Irian. Memang secara mudah semakin dalam,maka tekanannya semakin besar. Namun ada kalanya sebuah lapisan mempunyai tekanan yg rendah atau bahkan bila disetarakan dengan tinggi kolom air memiliki tekanan dibawah berat jenis air. Ketika ada dua zona tekanan yg berbeda inilah pen-design sebuah sumur harus jeli. Harus tahu dimana harus memasang selubung (casing) yang tepat. Pipa selubung (casing) ini berfungsi untuk mengisolasi zona bertekanan tidak normal, sehingga penanganannya lebih mudah tidak menimbulkan komplikasi.
Read Full...

Apa yang dimaksud dengan Enhanced Oil Recovery?

Apa yang dimaksud dengan Enhanced Oil Recovery?

EOR merupakan teknik lanjutan untuk mengangkat minyak jika berbagai teknik dasar sudah dilakukan tetapi hasilnya tidak seperti yang diharapkan atau tidak ekonomis. Ada tiga macam teknik EOR yang umum:

  • Teknik termal: menginjeksikan fluida bertemperatur tinggi ke dalam formasi untuk menurunkan viskositas minyak sehingga mudah mengalir. Dengan menginjeksikan fluida tersebut, juga diharapkan tekanan reservoir akan naik dan minyak akan terdorong ke arah sumur produksi. Merupakan teknik EOR yang paling popular. Seringnya menggunakan air panas (water injection) atau uap air (steam injection).
  • Teknik chemical: menginjeksikan bahan kimia berupa surfactant atau bahan polimer untuk mengubah properti fisika dari minyak ataupun fluida yang dipindahkan. Hasilnya, minyak dapat lebih mudah mengalir.
  • Proses miscible: menginjeksikan fluida pendorong yang akan bercampur dengan minyak untuk lalu diproduksi. Fluida yang digunakan misalnya larutan hidrokarbon, gas hidrokarbon, CO2 ataupun gas nitrogen.
Read Full...

PEMBORAN SUMUR LANDAIAN SUHU Kronologi Pemboran

PEMBORAN SUMUR LANDAIAN SUHU Kronologi Pemboran




Sumur Landaian Suhu TAD ditajak dengan menggunakan tricone bit 6 7/8”, dilanjutkan dengan bor formasi dari permukaan hingga kedalaman 6 m, sirkulasi pakai lumpur. Cabut rangkaian TB 6 7/8” sampai permukaan dan masuk rangkaian casing 6” (casing pelindung) sampai kedalaman 6 m. Masuk rangkaian CB 3 1/2” + HQ sampai kedalaman 6 m, bor formasi (coring) sampai kedalaman 39 m, terjadi hilang sirkulasi sebagian dikedalaman 38-39 m (Partial Loss Circulation/PLC=10 Lpm), atasi hilang sirkulasi sebagian dengan menggunakan serbuk gergaji dan bentonit. Lanjut bor sampai kedalaman 52 m, terjadi hilang sirkulasi sebagian di kedalaman 52 m (PLC=10 Lpm). Atasi hilang sirkulasi sebagian ini dengan melakukan semen sumbat. Cabut rangkaian sampai permukaan, masuk rangkaian OEBQ sampai kedalaman 52 m, lakukan semen sumbat dengan 2 sak semen (SG=1,7), dorong pakai air. Cabut rangkaian OEBQ sampai permukaan dan TSK. Masuk rangkaian core barrel untuk jajagi puncak semen (TOC=51,2 m), bor semen dari kedalaman 51,2 sampai kedalaman 52,40 m, sirkulasi pakai lumpur. Lakukan observasi loss, PLC = <>

Bor formasi (coring) dari kedalaman 100,40 m sampai kedalaman 160 m. Sirkulasi untuk membersihkan lubang sumur, sambil persiapan untuk pengukuran logging II. Setelah pengukuran logging tekanan dan temperatur dilanjutkan dengan bor formasi (coring) dari kedalaman 100,40 m hingga kedalaman akhir, 250 m. Selama proses pengeboran sumur TAD ini banyak kendala yang dihadapi seperti terjadinya kerusakan mesin bor, pompa lumpur, hingga terjepitnya rangkaian pipa bor. Keseluruhan masalah yang terjadi dapat diatasi oleh regu pemboran.

Geologi Sumur TAD

Susunan batuan sumur TAD dari permukaan sampai kedalaman 23 m terdiri dari endapan aluvial (0-3 m) dan batu gamping terumbu (3-23 m) yang tidak mengalami ubahan hidrotermal,

Pada kedalaman 23 m hingga 250 m ditempati oleh selang-seling breksi tufa terubah dan andesit terubah dengan sisipan-sisipan tipis andesit basaltis, tufa dasitik terubah dan tufa terubah (ash flow). Keseluruhan batuan ini merupakan selang-seling antara endapan piroklastika dengan endapan aliran lava dan sisipan tipis endapan aliran piroklastik yang tidak diketahui sumber erupsinya. Diperkirakan sebagai anggota dari batuan vulkanik Tersier Formasi Alor.

Ubahan Hidrotermal

Hasil analisis contoh batuan dari permukaan hingga kedalaman 250 m menunjukkan bahwa batuan telah mengalami ubahan hidrotermal dengan mineral ubahan dalam jumlah yang bervariasi, terdiri dari mineral lempung (Cl), kalsit/karbonat (Ca), klorit (Ch), kuarsa sekunder (SQ), oksida besi (IO), pirit (Py) dan anhidrit/An .

Kehadiran mineral-mineral ubahan tersebut umumnya terbentuk sebagai pengganti/ replacement dari mineral plagioklas, mineral hitam dan masadasar/matrik pada batuan breksi tufa, andesit basaltis, andesit, tufa dasitik dan tufa terubah (ash flow). Diduga jenis fluida yang mempengaruhi pembentukannya, bersifat netral dengan temperatur pembentukannya relatif rendah hingga sedang.

Batuan pada sumur TAD dari selang kedalaman 23-250 m telah mengalami ubahan hidrotermal dengan intensitas ubahan lemah hingga kuat (SM/TM = 10 – 65%), dicirikan oleh proses argilitisasi, dengan/tanpa karbonatisasi, kloritisasi, piritisasi, oksidasi, silisifikasi/devitrifikasi dan anhidritisasi.

Dari distribusi mineral ubahan menunjukkan bahwa batuan dari permukaan hingga kedalaman 23 m belum mengalami ubahan hidrotermal dan dapat digolongkan sebagai lapisan penutup atau OVERBURDEN.

Sedangkan batuan yang terdapat pada selang kedalaman antara 23 – 250 m telah mengalami ubahan hidrotermal dan dapat digolongkan dalam tipe ubahan ARGILIK yang berfungsi sebagai batuan penudung panas (CAP ROCK / CLAY CAP).

Logging

Pengukuran logging dilakukan dalam 3 tahap pengukuran yaitu : logging I pada kedalaman 100 m (T awal = 31°C, T maksimum = 34°C dan P maksimum = 6 KSc). Pengukuran logging II dilakukan pada kedalaman 160 m (T awal = 30°C, T maksimum = 34°C dan P maksimum = 8 KSc). Pengukuran logging III dilakukan pada kedalaman 250 m (T awal = 30°C, T maksimum = 39°C dan P maksimum = 10 KSc). Secara keseluruhan, dari ketiga tahapan pekerjaan logging pada sumur TAD-2 menunjukkan kenaikkan temperatur yang relatif kecil (9°C), tidak begitu tinggi bila dibandingkan dengan gradient geothermis. Read Full...

Fisika dan Pengeboran Minyak BumI

Sabtu, 13 Juni 2009

Fisika dan Pengeboran Minyak BumI

MINYAK bumi tidak ditemukan di suatu kolam besar di dalam goa bawah tanah seperti yang ditunjukkan di beberapa film. Minyak bumi ditemukan dalam lapisan batuan bersedimen. Batuan ini terbentuk dari butiran pasir yang mengeras dan memiliki semacam pori-pori yang sangat kecil. Kebanyakan lapisan ini ditemukan pada kedalaman satu sampai enam mil di bawah tanah.

Kadang-kadang minyak bumi akan menyembur keluar saat dilakukan pengeboran. Akan tetapi, hal ini sangat berbahaya dan minyak akan terbuang percuma, bahkan menimbulkan polusi. Oleh karena itu, dilakukan usaha pencegahan supaya minyak tidak menyembur keluar pada saat pengeboran berlangsung.

Setelah sumur minyak dibor sampai kedalaman tertentu untuk mencari cadangan minyak, pengeboran untuk sementara dihentikan untuk memeriksa apakah sudah mencapai lapisan yang mengandung minyak. Lalu, bagaimanakah cara mengetahui apakah lapisan itu mengandung minyak bumi? Para ahli kemudian menyadari fisika dapat membantu menjawab pertanyaan ini!

Kebanyakan batuan tidak dapat menghantarkan listrik. Tetapi, di beberapa tempat terdapat air yang meresap dalam pori-pori yang sangat kecil yang terdapat dalam lapisan batuan. Kadang air yang mengandung garam meresap masuk ke dalam lapisan batuan berpori-pori ini. Air yang mengandung garam dapat menghantarkan listrik dengan baik. Oleh karena itu, batuan berpori yang mengandung air garam dapat menghantarkan listrik dengan baik.

Batuan dengan kerapatan tinggi tidak dapat menyimpan air di dalamnya sehingga kemampuan menghantar listrik atau konduktivitasnya rendah. Batuan yang berpori-pori jika mengandung minyak bumi atau gas alam di dalamnya akan memiliki konduktivitas yang rendah juga, karena hidrokarbon tidak dapat menghantarkan listrik dengan baik.

Read Full...

Sifat Fisik Batuan Reservoir Migas

Sifat Fisik Batuan Reservoir Migas


a. Porositas
Porositas didefinisikan sebagai perbandingan antara volume ruang pori- pori terhadap volume batuan total (bulk volume). Besar kecilnya porositas suatu batuan akan menentukan kapasitas penyimpanan fluida reservoir. Secara matematis porositas dapat dinyatakan sebagai :
? = (Vb-Vs)/Vb = Vp
Dimana :
Vb : volume batuan total (bulk volume)
Vs : volumepadatan batuan total (volume grain)
Vp : volume ruang pori- pori total batuan

b. Saturasi Fluida
saturasi fluida batuan didefinisikan sebagai perbandingan antara volume pori- pori batuan yang ditempati oleh suatu fluida tertentu dengan volume pori- pori total pada suatu batuan berporil. Pada batuan reservoir minyak umumnya terdapat lebih dari satu macam fluida, kemungkinan terdapat air, minyak, dan gas yang tersebar ke seluruh bagian reservoir. Secara matematis, besarnya saturasi untuk masing- masing fluida dituliskan dalam persamaan berikut :
S=(volume pori- poriyang diisi oleh fluida tertentu)/ volumepori- pori total
Jika pori- pori batuandiisi oleh gas-minyak-air maka berlaku hubungan :
Sg + So + Sw = 1

c. Permeabilitas
permeabilitas didefinisikan sebagai suatu bilangan yang menunjukkan kemampuan dari suatu batuan untuk mengalirkan fluida. Definisi kwantitatif permeabilitas pertama- tama oleh percobaan Darcy (1856) seperti berikut ini :
k (darcy) = (Q. µ.L) / (A.(P1-P2)

dimana :
k = darcy atau milidarcy (D atau mD)
Q= cm3/sec
µ= centipoise
L= cm
A= sq.cm
P1-P2= atm

d. Derajat Kebasahan / Wettabilitas
Wetabilitas adalah kemampuan batuan untuk dibasahi oleh fasa fluida, jika diberikan dua fluida yangtak saling campur (immisible).pada bidang antar muka cairan dengan benda padat terjadi gaya tarik- menarik antara cairan dengan benda padat (gaya adhesi),yang merupakan faktor dari tegangan permukaan antara fluida dan batuan.
Pada umumnya reservoir bersifat water wet, sehingga air cenderung untuk melekat pada permukaan batuan sedangkan minyak akan terletak diantara fasa air. Jadi minyak tidak mempunyai gaya tarik- menarik dengan batuan dan akanlebih mudah mengalir.

e. Tekanan Kapiler
Tekanan kapiler (Pc) didefinisikan sebagai perbedaan tekanan yang ada antara permukaan dua fluida yang tidak tercampur (cairan- cairan atau cairan- gas) sebagai akibat dari pertemuan permukaan yang memisahkan kedua fluida tersebut. Besarnya tekanan kapiler dipengaruhi oleh tegangan permukaan, sudut kontak antara minyak-air-zat padat danjari- jari kelengkungan pori.

f. Kompresibilitas
Pada formasi batuankedalam tertentu terdapat dua gaya yang bekerja padanya, yaitugaya akibat beban batuan diatasnya (overburden) dan gaya yangtimbul akibat adanya fluida yang terkandung dalam pori- pori batuan tersebut. Pada keadaan statik,kedua gaya berada di dalam keadaan setimbang. Bila tekanan reservoir berkurang akibat pengosongan fluida, maka kesetimbangan gaya ini terganggu, akibatnya terjadi penyesuaian dalam bentuk volume pori- pori.

Read Full...

Fakta dasar LNG

Fakta dasar LNG

LNG menawarkan kepadatan energi yang sebanding dengan bahan bakar petrol dan diesel dan menghasilkan polusi yang lebih sedikit, tetapi biaya produksi yang relatif tinggi dan kebutuhan penyimpanannya yang menggunakan tangki cryogenic yang mahal telah mencegah penggunaannya dalam aplikasi komersial.

Kondisi yang dibutuhkan untuk memadatkan gas alam bergantung dari komposisi dari gas itu sendiri, pasar yang akan menerima serta proses yang digunakan, namun umumnya menggunakan suhu sekitar 120 and -170 derajat celsius (methana murni menjadi cair pada suhu -161.6 C) dengan tekanan antara 101 dan 6000 [kilopascal|kPa]] (14.7 and 870 lbf/in²).Gas alam bertakanan tinggi yang telah didapat kemudian diturunkan tekanannya untuk penyimpanan dan pengiriman.

Kepadatan LNG kira-kira 0,41-0,5 kg/L, tergantung suhu, tekanan, dan komposisi. Sebagai perbandingan, air memiliki kepadatan 1,0 kg/L.

LNG berasal dari gas alam yang merupakan campuran dari beberapa gas yang bereda sehingg tidak memililiki nilai panas yang spesifik.Nilai panasnya bergantung pada sumber gas yang digunakan dan proses yang digunakan untuk mencairkan bentuk gasnya. Nilai panas tertinggi LNG berkisar sekitar 24MJ/L pada suhu -164 derajat Celsius dan nilai terendahnya 21ML/L.


Pada 1964 Kerajaan Bersatu dan Prancis adalah pembeli LNG dalam perdagangan LNG pertama dunia dari Aljazair, sebagai saksi dari era baru energi. Karena kebanyakan pabrik LNG terletak di wilayah "terpencil" yang tidak memiliki jalur pipa, biaya perawatan dan transportasi LNG sangat besar sehingga pengembangannya melambat pada setengah abad terakhir.

Pembangunan pabrik LNG menghabiskan biaya AS$1-3 milyar, biaya terminal penerimaan AS$0,5-1 milyar, dan pengangkut LNG AS$0,2-0,3 milyar. Dibandingkan dengan minyak mentah, pasar gas alam kecil namun matang. Pengembangan komersial LNG adalah sebuah gaya yang disebut rantai niai, yang berarti pensuplai LNG awalnya memastikan pembeli bawah dan kemudian menandatanganni kontrak 20-25 tahun dengan isi perjanjian yang ketat dan struktur penghargaan gas.


Perdagangan LNG

Perdagangan LNG sebagian besar dilakukan berdasarkan kontrak jangka panjang 20 tahun atau lebih. Meskipun demikian, saat ini juga telah terdapat kontrak jangka menengah 3 sampai 10 tahun. Pada tahun 2004, volume kontrak jangka menengah dan panjang ini mencapai 138.79 MT, di mana Asia memiliki porsi yang cukup signifikan dalam kontrak tersebut.

Sebagian kecil LNG diperdagangkan pada pasar spot. Pada tahun 2003, volume LNG yang diperdagangkan di pasar spot mencapai 14,8 Bcm (10,8 MT). Meskipun baru mencapai 8,7% dari perdagangan total LNG, dengan besarnya ekspansi kapasitas produksi dan penggunaan yang lebih efektif dari kapasitas tersebut, sangat dimungkinkan bahwa perdagangan spot LNG akan meningkat pesat.

Penentuan harga LNG berbeda setiap wilayah. Di Asia, harga umumnya dikaitkan dengan JCC (Japan Crude Oil), yang mana adalah harga Cost, Insurance, Freight (CIF) rata-rata minyak mentah Jepang. Di Eropa, harga impor LNG biasanya dikaitkan dengan produk perminyakan dan harga minyak mentah Brent. Di Eropa, harga LNG juga bersaing dengan harga gas pipa. Di Amerika Serikat, harga lebih ditentukan oleh penawaran dan permintaan berdasarkan perdagangan gas alam pada berbagai hub seperti Henry hub (titik yang terdapat di Lousiana di mana 17 pipa gas bertemu, sehingga menciptakan titik referensi kompetitif) ditambah faktor perbedaan geografi.

Read Full...

Elnusa Kejar Tender US$ 53,44 Juta Triwulan II-2008


Elnusa Kejar Tender US$ 53,44 Juta Triwulan II-2008


Jakarta - PT Elnusa Tbk (ELSA) mengejar tender senilai US$ 53,44 juta lagi di triwulan II 2008 ini untuk merampungkan target kontrak yang direncanakan perseroan tahun ini sebesar US$ 166 juta. "Pada triwulan I kontrak yang sudah diperoleh senilai US$ 112,56 juta. Jadi dari total target kontrak tahun ini yang sebesar US$ 166 juta, triwulan II ini kalau bisa sisanya akan kami peroleh," ungkap Direktur Operasi ELSA, Eddy Sjahbuddin usai RUPST di hotel Dharmawangsa, Jalan Brawijaya, Jakarta, Kamis (15/5/2008). Total target nilai kontrak perseroan di 2008 sebesar US$ 166 juta terdiri dari divisi Geoscience US$ 75 juta, Drilling Services US$ 51 juta dan Oilfield Services US$ 40 juta. "Pada triwulan I yang sudah kami peroleh sebesar US$ 112,56 juta, terdiri dari Geoscience US$ 60 juta, Drilling Services US$ 28,56 juta dan Oilfield Services US$ 24 juta," ungkap Eddy. Jadi pada masing-masing divisi masih dibutuhkan kontrak senilai US$ 15 juta (Geo), US$ 22,44 juta (Drilling) dan US$ 16 juta (Oilfield). Eddy mengungkapkan perseroan akan mengejar kontrak-kontrak tersebut di triwulan II-2008 ini. Saat ini kontrak-kontrak tersebut masih dalam proses tender. "Dari nilai US$ 53,44 juta yang masih dalam tender, totalnya ada 16 proyek. Kalau tidak bisa semua, paling tidak setengahnya akan kami kejar di triwulan II ini," ujarnya. Read Full...

Ahli Geologi Dunia Nilai Lumpur Lapindo Akibat Pengeboran

Kamis, 18 Juni 2009

Ahli Geologi Dunia Nilai Lumpur Lapindo Akibat Pengeboran PDF Print



Perlahan namun pasti penyebab sebenarnya dari luapan lumpur Lapindo di Sidoarjo mulai terungkap. Mayoritas pakar geologi internasional menilai bahwa semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo adalah akibat pengeboran.

***
Afrika Selatan, 28 Oktober 2008. AAPG 2008 International Conference & Exhibition dilaksanakan di Cape Town International Conference Center, Afrika Selatan, tanggal 26-29 Oktober 2008, merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh American Association of Petroleum Geologists (AAPG) dan dihadiri oleh ahli geologi seluruh dunia.


Pada acara ini disampaikan sekitar 600 makalah dalam 97 tema yang berbeda, dan terdapat 6 buah tema khusus yang sangat dianggap penting yaitu “Lusi Mud Volcano: Earthquake or Drilling Trigger”. Tema ini dilaksanakan pada hari selasa tanggal 28 oktober 2008 jam 13.30 waktu setempat.
Pada ruangan tersebut hadir ahli geologi manca negara yang sebagian mereka adalah juga pernah menghadiri pertemuan di London seminggu yang lalu dengan tema yang sama, pertemuan yang sudah berlalu itu menghasilkan suatu pertanyaan besar dan mengerucut pada data pemboran yang harus dikaji dan diperjelas.


Peserta diskusi sekitar 90 ahli tersebut yang tentunya akan memberikan opini yang netral dan obyektif datang tepat waktu dan penuh dengan antusiasme yang tinggi, dan disambut dengan selembar informasi perkembangan terakhir yang dikeluarkan Lapindo. Dimana sebelumnya Lapindo juga telah membagi-bagikan Brosur 6 halaman berwarna dengan kualitas lux yang menjelaskan tentang seluruh kegiatan yang telah dilakukan di lapangan kepada peserta konferensi.


Selama pertemuan, terdapat 4 (empat) pembicara yaitu :


1. Dr.Adriano Mazzini dari Unversitas Oslo seorang ahli Mud Vulcano yang selama ini sangat yakin dengan teori bahwa lumpur lapindo disebabkan oleh gempa Yogyakarta.


2. Nurrochmat Sawolo sebagai ahli pemboran dari lapindo yang mengetahui seluk beluk pemboran di sumur BJP-1 sejak persiapan, pelaksanaan sampai semburan terjadi di Sidoardjo, yang dibantu Bambang Istadi.


3. Seorang pembicara dari Universitas Curtin Australia yaitu Dr. Mark Tingay ahli gempa yang berpendapat bahwa energi gempa Yogyakarta terlalu kecil sebagai penyebab terjadinya semburan di Sidoardjo.


4. Prof. Richard Davies dari Universitas Durham Inggris, ahli geologi yang bekerjasama dengan ahli pemboran Indonesia yang diwakili oleh Susila Lusiaga dan Rudi Rubiandini dari Institut Teknologi Bandung yang menyampaikan secara detail dan jelas data-data dan bukti selama proses kejadian dilihat dari sisi operasi pemboran.


Sejumlah tidak kurang dari 20 penanya menghangatkan dan mempertajam materi diskusi yang mengarah pada penyebab yang sebenarnya, kemudian dilanjutkan dengan sesi perdebatan yang melibatkan seluruh opini yang berkembang dan dimoderatori oleh ahli geologi senior dari Australia.


Acara diskusi berjalan sekitar 2,5 jam tersebut diakhiri dengan voting (pengambilan pendapat) oleh seluruh peserta yang hadir untuk memperoleh kepastian pendapat para ahli dunia tersebut dengan menggunakan metoda langsung angkat tangan.


Hasil dari voting tersebut menghasilkan 3 (tiga) suara yang mendukung GEMPA YOGYA sebagai penyebab, 42 (empat puluh dua) suara menyatakan PEMBORAN sebagai penyebab, 13 (tiga belas) suara menyatakan KOMBINASI Gempa dan Pemboran sebagai penyebab, dan 16 (enam belas suara) menyatakan belum bisa mengambil opini.


Dengan kesimpulan ahli dunia seperti ini, tidak perlu diragukan dan didiskusikan lagi bahwa penyebab semburan lumpur di Sidoardjo adalah akibat kegiatan Pemboran.

Read Full...

Apakah perforating?

Apakah perforating?

  • Perforasi (perforating) adalah proses pelubangan dinding sumur (casing dan lapisan semen) sehingga sumur dapat berkomunikasi dengan formasi. Minyak atau gas bumi dapat mengalir ke dalam sumur melalui lubang perforasi ini.
  • Perforating gun yang berisi beberapa shaped-charges diturunkan ke dalam sumur sampai ke kedalaman formasi yang dituju. Shaped-charges ini kemudian diledakan dan menghasilkan semacam semburan jet campuran fluida cair dan gas dari bahan metal bertekanan tinggi (jutaan psi) dan kecepatan tinggi (7000m/s) yang mampu menembus casing baja dan lapisan semen. Semua proses ini terjadi dalam waktu yang sangat singkat.

  • Perforasi dapat dilakukan secara elektrikal dengan menggunakan peralatan logging atau juga secara mekanikal lewat tubing (TCP-Tubing Conveyed Perforations).
Read Full...

6 Kapal Laut Terbesar di Dunia

1. “Pierre Guillaumat”



Kapal Terbesar Yang Pernah Dibuat adalah 4 supertanker kelas Batillus buatan Perancis pada akhir 70-an, berbobot mati 555.000 ton dan panjang 414 meter. Diluncurkan dari galangan kapal Chantiers de l’Atlantique di Saint Nazaire.

Satu-satunya kapal yang lebih besar adalah si jumbo “Knock Nevis”; ex “Jahre Viking”, ex “Seawise Giant”, ex “Porthos”, di tahun 1981. Tapi, supertanker dari kelas Batillus mempunyai tonase kotor yang lebih besar, sehingga bisa dianggap lebih besar dari Knock Nevis.

Keempat kapal dari kelas Batillus itu adalah sebagai berikut:
• Batillus, buatan 1976, diistirahatkan 1985.
• Bellamya, buatan 1976, diistirahatkan 1986.
• Pierre Guillaumat, buatan 1977, diistirahatkan 1983.
• Prairial, buatan 1979, (juga dikenal dengan sebutan “Hellas Fos” dan “Sea Giant”)








2. “Super Tanker Knock Nevis”



Inilah raja dari segala supertanker, dan mungkin jika dilihat dari dimensinya merupakan kapal terbesar yang pernah dibuat . Yang jelas untuk yang masih beroperasi, memang kapal inilah yang terbesar. Cerita perjalanan karirnya-pun cukup menarik.

Pertama-tama kapal ini punya banyak nama sebutan:
• “Seawise Giant”
• “Porthos”
• “Happy Giant”
• “Jahre Viking”
• “Knock Nevis”

Knock Nevis, or T.T. Jahre Viking adalah kapal terbesar yang pernah dibuat. Ini adalah super tanker dengan kelas ULCC (Ultra Large Crude Carrier), kapal ini berukuran panjang 485 meter (1503 feet), apabila kapal ini berdiri maka kapal ini akan lebih tinggi dari Petronas Twin Tower .

Jahre Viking mempunyai kedalaman sarat muatan penuh 25 meter. Karena ukurannya yang besar ini, Jahre Viking tidak bisa melewati terusan Panama maupun terusan Suez bahkan Selat Inggris-pun tidak bisa dilewati. Cargo capacity (deadweight tonnage) dari Jahre Viking adalah 564,763 ton, Jahre Viking dapat mengangkut sekitar 650,000 m³ (4.1 juta barrel) minyak mentah (crude oil) sekali berlayar.

Jahre Viking pada mulanya dibangun dengan displacement of 480,000 tons oleh Sumitomo Heavy Industries Yard di Jepang pada 1975 dengan nomor lambung 1016, yang kemudian diberi nama Seawise Giant.Sebagai gambaran, lihat perbandingan skalanya dengan menara Eiffel dan Empire State Building:








3. “Cargo Ship Emma Maersk”



Salah satu Container Ship terbesar di dunia tentu saja dimiliki oleh perusahan pemilik Container Ship terbesar MAERSK-Group. Kapal ini diberi nama EMMA MAERSK, merupakan Container Ship terbesar yang sudah dioperasikan.

Kapal ini mampu memuat hampir 11,000 TEU’s (Twenty feet Equivalent Unit), tidak kurang dari 1,400 container lebih banyak dari pada kemampuan muat kapal lain. Itu menurut batas stabilitas kapal sesuai dengan kebijaksanaan perusahaan, dengan asumsi berat per container 14 ton. Tetapi pada dasarnya kapal ini didesain mampu memuat 14,500 TEU’s.

Kapal ini dibuat oleh Odense Steel Shipyard Denmark pada 2006. Ada fakta yang menarik ketika kapal ini sedang dibangun, dimana terjadi kebakaran besar di dek akomodasi dan bridge deck yang menyebabkan banyak kerusakan. Tetapi semuanya dapat diperbaiki dengan cepat dan kapal diselesaikan tepat waktu. Kapal ini diberi nama EMMA MAERSK, yang merupakan nama dari istri Maersk Mc-Kinney pendiri MAERSK-Group.








4. “Cruise Ship Queen Mary II”



Kapal Pesiar termewah dan terbesar yang beroperasi untuk saat ini adalah Quenn Mary 2. Queen Mary 2 beroperasi dibawah bendera Cunard Line, yang merupakan pemilik kapal pesiar terbesar sebelumnya The Queen Mary. Queen Mary 2 ter-registrasi di Suthampton, United Kingdom.

Pembangunan Queen Mary 2 menelan biaya sekitar 900 juta US dollars, itu merupakan salah satu kapal termahal yang pernah dibuat. Tetapi biaya pembangunan yang segitu besar sebanding dengan kemewahan yang ditawarkan, Queen Mary 2 adalah “The most luxurious pearl in the crown of cruise liners”.

Eksterior dari Queen Mary 2 ditangani oleh arsitek handal Stephen Payne. Ukuran yang sangat besar menjadi halangan terbesar dalam menciptakan kenyamanan bagi penumpang. Sebagai contoh, chimney kapal harus di-desain agar gas buang yang dihasilkan mesin kapal tidak menimbulkan polusi di sekitar upper deck yang merupakan public area paling ramai di kapal itu.








5. “Berge Stahl”



Berge Stahl terdaftar di Stavanger, Norwegia. kapal ini sebelumnya terdaftar di Monrovia, Liberia. kapal ini dibangun pada tahun 1986 oleh Hyundai Heavy Industries. Kapal ini sekarang dimiliki perusahaan Singapura BW Group.karena ukurannya yang sangat besar, Kapal ini hanya dapat merapat penuh di dua pelabuhan didunia yaitu, Terminal Marítimo de Ponta da Madeira di Brazil dan Europoort dekat Rotterdam di Belanda.







6. “Carrier, USS Enterprise”



Kapal perang terbesar, tentu saja adalah kapal induk yang dimiliki oleh Angkatan Laut Amerika Serikat.Dari sekian banyak armada perang US Navy, yang terbesar adalah kapal induk dari kelas Nimitz. Supercarrier kelas Nimitz ini dilengkapi dengan masing-masing 2 reaktor nuklir buatan Westinghouse yang menggerakkan 4 turbin uap yang terhubung dengan 4 poros propeller.

Mesin turbinnya menghasilkan 260,000 tenaga kuda yang dapat menggerakkan kapal dengan kecepatan 30+ knots. Dengan reaktor nuklir ini artinya kapal ini tidak perlu “ngisi Pertamax” selama 20 tahun. Dengan sistem logistik yang dimiliki oleh US Navy memungkinkan kapal ini untuk berlayar mengelilingi dunia non stop tanpa perlu berhenti dan bersandar di pelabuhan untuk mengisi ulang logistik.

Dengan ukuran panjang 340 meter, beam 78 meter dan draft 12 meter, Nimitz-class supercarrier mempunyai displacement 101,196 ton. Total kru onboard adalah 5,700 orang, terdiri dari 3,200 pelaut dan 2,500 wing udara. Total pesawat yang dapat dibawa adalah 85 unit yang merupakan kombinasi dari F-18E/F Super Hornet, EA-6B Prowler, E-2 Hawkeye, C-2 Greyhound, SH/HH-60 Seahawkdan S-3 Viking.
Read Full...
 

Free Blog Templates

Blog Tricks

Easy Blog Tricks

© Grunge Theme Copyright by migasnet11windi8009.blogspot.com | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks